Anjangsana Sosial

Sabtu, 22 Oktober 2022

Kualitas Guru dan Dampaknya Pada Pengajaran di Indonesia
Oktober 22, 20220 Comments


Sumber:  www.blog.ruangguru.com


Saat ini kualitas pendidikan di Indonesia kurang baik dan dapat dirasakan bahwa masih banyak permasalahan dalam dunia pendidikan. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19, memaksa pemerintah memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang berdampak pada penurunan kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas pendidikan yang buruk dapat mempersulit siswa dan lulusan untuk beradaptasi dengan dunia yang berubah dengan cepat. Karena efektifitas dari apa yang diajarkan dalam dunia pendidikan rendah. Di sisi lain, pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang baik, inovasi-inovasi baru akan muncul dengan sendirinya, dan permasalahan bangsa Indonesia secara bertahap akan terselesaikan.


Sumber: evasion-online.com


Berdasarkan data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang dan kualitas guru menempati ukuran ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia. Jumlah guru mengalami peningkatan sebanyak 382% dari 1999/2000 menjadi sebanyak 3 juta orang lebih, sedangkan peningkatan jumlah peserta didik hanya 17%. Dari 3.9 juta guru yang ada, masih terdapat 25% guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan 52% di antaranya belum memiliki sertifikat profesi. Sayangnya, meningkatnya kuantitas guru tidak sejalan dengan kualitasnya. 


Menurut hasil UKG (Uji Kompetensi Guru) dari tahun 2012 hingga 2015, sekitar 81% guru Indonesia bahkan tidak mencapai nilai kelulusan. UKG sendiri merupakan salah satu penilaian yang digunakan untuk mengukur kompetensi seorang guru yang diukur dari kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran siswa dan memimpin pelajaran, kompetensi, pemahaman mata pelajaran yang diajarkan, dan kompetensi guru dalam mengevaluasi pembelajaran.


Penyebab utama rendahnya kualitas guru di Indonesia adalah belum optimalnya pengelolaan sumber daya manusia dalam rekrutmen guru. Secara kuantitas jumlah guru di Indonesia cukup memadai, namun kualitas mutu guru pada umumnya masih rendah. Secara kuantitatif jumlah guru di Indonesia reltif tidak terlalu buruk. Apabila dilihat dari rasio guru dengan siswa, angka-angkanya cukup bagus yakni di SD 1:22, SMP 1:16, SMA/SMK 1:12. Meskipun demikian, pada satu sisi ada daerah atau sekolah yang kelebihan guru dan di sisi lain ada daerah atau sekolah yang kekurangan guru, sehingga mereka yang kekurangan guru harus mengajar kelas secara paralel.


Kurangnya manajemen SDM yang baik saat merekrut ASN sebagai pendidik membuat sulit untuk membedakan antara guru yang benar-benar ingin mengajar dan yang hanya ingin berstatus PNS. Saat mengadopsi ASN, sedikit perhatian diberikan pada kompetensi guru. Guru harus memiliki keinginan yang kuat untuk mendidik siswanya dengan baik dan mengajar mereka secara efektif. 


Sumber: bingar.id


Mengatasi masalah buruknya kualitas guru di Indonesia akibat rekrutmen guru yang tidak efektif tentu bukan suatu yang mudah, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, karena rekrutmen seringkali hanya formalitas, maka guru ASN memerlukan pemisahan khusus dari rekrutmen umum. Sebelum diangkat menjadi PNS, sebaiknya menguji diri sendiri sebagai guru agar orang yang diterima benar-benar menjadi guru yang profesional dan terbaik. 


Kedua, standar kompetensi guru yang diterapkan pemerintah harus fokus pada kualitas pembelajaran siswa. Dalam hal ini, diharapkan peran pemerintah pusat dan daerah dapat membantu mengubah standar tersebut dan tidak ada permainan politik. Ketiga, profesi guru diberikan tanggung jawab atas praktiknya. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menetapkan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan memiliki kompetensi profesional dan latar belakang pendidikan yang profesional.


Penulis : Elsya Sabrina

Penyunting : Meida Aminatu Zahra


Reading Time:

Selasa, 21 Juni 2022

 Say Good Bye to Bad Mood During Study
Juni 21, 20220 Comments

Sumber gambar: https://www.blogpendidikan.net/2021/07/ini-8-kiat-mengatasi-kejenuhan-siswa.html

    Kalian pernah gak sih merasa jenuh dan bosan saat belajar? jika sedang ataupun akan belajar sering kali kita merasa ngantuk, jenuh dan bosan yang membuat ingin cepat selesai belajar. Terkadang belajar menjadi hal yang membosankan dan tidak disukai oleh sebagian pelajar. Apalagi saat ada tekanan yang mengharuskan kita belajar seperti deadline yang mepet, menuju ujian, dan lain-lain yang pastinya membuat jadi stres banget kan.

    Rasa jenuh, bosan dan ngantuk itu membuat belajar menjadi tidak efektif karena kita sudah tidak fokus terhadap materi yang dipelajari. Padahal belajar menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh setiap orang untuk menambah wawasan yang lebih luas.

    Biasanya kita akan semangat belajar jika suasana hati sedang mendukung. Oleh karena itu, mood belajar perlu dijaga supaya kita betah saat belajar, dan materi yang dipelajari dapat dimengerti dengan baik. Nah, kali ini kita akan membahas cara meningkatkan mood saat belajar. Check this out!


1. Mendengarkan musik yang disukai

 

Sumber gambar: https://www.halodoc.com/artikel/musik-klasik-bikin-pintar-masa-sih

    Agar mood tetap terjaga dengan baik, kita harus merilekskan pikiran terlebih dahulu nih. Salah satu caranya adalah dengan mendengarkan musik. Mendengarkan musik dipercaya dapat meningkatkan mood saat belajar dengan lebih baik. Selain itu mendengarkan musik saat belajar juga dapat meningkatkan fokus. Dengan demikian, musik dapat membuat tubuh merasa rileks sehingga suasana belajar menjadi menyenangkan. Kita bisa menyusun playlist lagu yang disukai di Spotify, Joox, YouTube, dan aplikasi lain.  


2. Memilih tempat yang nyaman

 

Sumber gambar: https://www.gurupenyemangat.com/2021/09/gambar-kartun-anak-belajar-di-rumah.html

    Belajar di tempat itu-itu saja yang sama setiap harinya bisa membuat kita merasa bosan. Maka dari itu kita bisa me-refresh mata dan pikiran dengan mencari suasana baru yang nyaman dan kondusif agar bisa fokus kembali. Misalnya dengan belajar di perpustakaan, cafe, taman, atau tempat lain yang bisa membuat kita nyaman saat belajar. Karena suasana kondusif mempengaruhi konsentrasi yang pastinya berpengaruh pula terhadap efektifitas dalam belajar.


3. Cari teman belajar bersama

 

Sumber gambar: https://bobo.grid.id/read/08676318/suka-belajar-kelompok-di-sekolah-inilah-4-manfaatnya?page=all

    Belajar sendirian itu membosankan, apalagi jika bertemu dengan pelajaran atau soal yang sulit pastinya kita akan merasa bosan, jenuh dan sres. Maka dari itu kita bisa mencari teman untuk belajar agar bisa saling membantu, berdiskusi dan jika ada kesulitan bisa diselesaikan bersama-sama. Dengan belajar bersama teman pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan kita tetap bisa bermain sambil belajar. Selain itu, belajar bersama juga dapat membangkitkan rasa semangat belajar loh!


4. Sediakan makanan ringan saat belajar

 

Sumber gambar: https://bobo.grid.id/read/081686221/bolehkah-kita-minum-air-sambil-makan-apa-dampaknya-pada-pencernaan?page=all

   Menurut banyak orang ngemil saat belajar efektif meningkatkan konsentrasi. Saat belajar otak dipaksa untuk terus fokus sehingga membuat konsentrasi menurun, membuat kita merasa ngantuk dan mudah jenuh padahal baru sebentar belajar. Nah, ngemil bisa jadi aktivitas selingan agar hal itu tidak terjadi. Jenis camilan seperti dark chocolate atau permen karet juga terbukti mampu meningkatkan konsentrasi.

    Ternyata good mood saat belajar itu penting banget loh! Jangan sampai karena mood yang tidak baik membuat kita jadi malas belajar. Tapi jangan khawatir, karena sekarang kita sudah tahu nih bagaimana sih cara untuk meningkatkan mood saat belajar. Kondisi suasana hati yang baik saat belajar tentunya berpengaruh terhadap hasil belajar. Yuk jaga good mood kita untuk belajar agar menjadi lebih efektif dan materi yang dipelajari dapat diterima dengan baik.

Sumber: https://osc.medcom.id/community/6-cara-mengambalikan-mood-belajar-agar-lebih-meningkat-1630


Penulis         : Fitria Choirunnisa

Penyunting : Meida Aminatu Zahra & Oliver Hotlas Silalahi


Reading Time:

Senin, 23 Mei 2022

Tips Jaga Kesehatan Saat Pembelajaran Tatap Muka di New Normal
Mei 23, 20220 Comments

 


Sumber https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/297/apa-itu-new-normal   

    New normal adalah kondisi dimana aktivitas tetap berlangsung seperti biasa termasuk sekolah, namun bukan berarti virus corona sudah mereda. Dengan ini kita mulai melakukan aktifitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah. Dengan diberlakukan new normal, mau tidak mau para pelajar akan kembali belajar ke sekolah ataupun kampus, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan dan keamanan yang menjamin mereka dari penularan virus COVID-19.

    Sudah hampir 2 tahun kita melewati masa sekolah dan kuliah secara daring di rumah, akhirnya datang juga kabar baik untuk kita. Seperti bekerja, kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka pastinya tak mungkin ditinggalkan terlalu lama. Mau tak mau agar kembali aktif dan produktif. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah mulai diperbolehkan secara terbatas. Meskipun terbatas, penyelanggaraan PTM tersebut tetap harus dilaksanakan secara hati-hati dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa sistem kekebalan tubuh yang baik dapat dibangun dengan gaya hidup sehat, terutama makan makanan yang bergizi, berolahraga secara tertaur, serta tidur yang cukup. Kekebalan tubuh yang optimal dapat menjadi penghalang risiko seseorang dalam tertular dengan infeksi COVID-19.

 

Sumber https://twitter.com/jatimpemprov/status/1270184039169712129


 Berikut 5 tips menjaga kesehatan saat pembelajaran tatap muka di new normal:

1. Membawa masker dan hand sanitizer cadangan

 

Sumber https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/2924/dokter-rsa-ugm-himbau-masyarakat-disipilin-menggunakan-masker-dengan-benar.html

    Saat mengikuti PTM terbatas, kamu wajib memakai masker. Untuk berjaga-jaga jika masker yang dipakai basah atau kotor, membawa masker cadangan perlu dilakukan. Kamu bisa membawa 1-2 masker cadangan untuk diri sendiri atau jika ada teman yang butuh masker baru.  Selain itu juga wajib membawa hand sanitizer. Gunakan ketika baru menyentuh permukaan atau barang yang sering disentuh orang lain.


2. Sering mencuci tangan

 

Sumber https://kreativv.com/cara-mencuci-tangan-yang-benar/

    Sering-seringlah mencuci tangan, selalu dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Ingatlah untuk tidak menyentuh wajah, mata, hidung, dan mulut yang belum bersih. Atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol, setidaknya 60% alkohol. Cuci tangan kamu sesering mungkin, seperti sebelum masuk kelas, setelah memegang benda, setelah dari kamar mandi, dan sebagainya.


3. Membawa bekal dari rumah 

Sumber https://kumparan.com/kumparanmom/tips-agar-anak-suka-membawa-bekal-ke-sekolah

    Kenapa membawa bekal itu penting? Pastinya untuk menjaga kebersihan dan nilai gizi dari makanan kamu nih. Kamu bisa makan dengan alat makan pribadimu sendiri, lebih hemat uang jajan, dan juga tidak perlu kelamaan ngantri di kantin. Namun perlu diingat, saat makan bersama teman-teman tetap harus menjaga jarak ya. Setelah makan siswa perlu mencuci tangan dengan bersih dan kembali menggunakan masker.


4. Menjaga jarak dengan orang lain

Sumber https://www.istockphoto.com/id/vektor/jaga-jarak-atau-tanda-jarak-sosial-dengan-karakter-kartun-anak-anak-gm1269238614-372654809

    Tips agar tetap aman selama pembelajaran tatap muka selanjutnya adalah mengusahakan untuk selalu menjaga jarak dengan orang lain. Paling tidak, kamu harus menjaga jarak sekitar 1,5 meter saat berinteraksi dengan orang. Hindari berhadap-hadapan dengan orang lain dalam waktu yang cukup lama.


5. Membawa alat ibadah pribadi

 

Sumber https://id-id.facebook.com/DitjenKekayaanNegara/videos/kebijakan-new-normal-mulai-diterapkanbagi-sobatkaen-yang-beraktivitas-di-luar-ru/1239632809745761/

    Buat kamu yang mungkin juga bakal seharian di sekolah ataupun di kampus, jangan lupa juga nih bawa alat ibadahmu ya. Hal ini juga penting,  karena alat ibadah khususnya yang ada di sekolah berpeluang jadi media penyebaran virus. Dengan menggunakan alat ibadah pribadi, kamu bisa saling menjaga kesehatan dan juga bisa beribadah dengan nyaman.


Sumber https://twitter.com/poldajogja/status/1301008009389244419?lang=ar-x-fm

AYO SEHAT BERSAMA DENGAN CARA SELALU PATUHI PROTOKOL KESEHATAN SELAMA BERAKTIVITAS DI LUAR RUMAH UNTUK LINDUNGI KESEHTAN KAMU!!!


Penulis : Fisca Adilla 
Penyunting : Meida Aminatu Zahra & Oliver Hotlas Silalahi

 

 

 

1.

Reading Time:

@ansos_pnj